Ketupat vs Proposal Skripsi: Siapa yang Lebih Matang Duluan?

Lebaran sudah di depan mata. Grup keluarga mulai ramai, tiket mudik sudah dibahas, dan aroma kue kering mulai terasa bahkan sebelum benar benar ada. Tapi di sudut kamar yang penuh dengan buku, seorang mahasiswa akuntansi semester 6 masih bergelut dengan sesuatu yang jauh dari suasana hari raya, yaitu proposal skripsi di bidang akuntansi keuangan.

Di saat orang lain sibuk memilih baju lebaran, dia justru sibuk memilih kata yang tepat untuk latar belakang. Ketika orang orang membahas menu opor dan rendang, dia malah memikirkan rumusan masalah yang belum juga matang. Bahkan suara takbir yang mulai terdengar terasa seperti pengingat halus bahwa deadline juga sudah dekat.

Laptopnya menyala hampir 24 jam. File revisi beranak pinak, mulai dari final, final fix, sampai final fix beneran. Namun tetap saja dosen pembimbing punya satu komentar klasik, ini masih bisa diperdalam lagi.

Di satu sisi, hati ingin segera pulang, berkumpul dengan keluarga, dan merasakan hangatnya suasana Lebaran. Tapi di sisi lain, ada tanggung jawab yang tidak bisa ditunda, proposal yang harus selesai sebelum benar benar bisa menikmati libur dengan tenang.

Akhirnya, mahasiswa itu pun bernegosiasi dengan dirinya sendiri. Satu halaman selesai, satu toples nastar sebagai hadiah nanti di rumah. Satu revisi diterima, satu langkah lebih dekat ke momen salaman sambil berkata Alhamdulillah, proposal sudah ACC.

Karena bagi mahasiswa akuntansi semester 6, Lebaran bukan hanya tentang pulang, tapi juga tentang pulang dengan sedikit kelegaan, karena satu langkah besar dalam hidupnya akhirnya berhasil dilewati.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *