
CILEGON 23 April 2026 Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di TJ Roaster Beton Minimalis dengan mengangkat tema “Evaluasi Prosedur Penanganan Barang Rusak dalam Pemeriksaan Persediaan pada UMKM Roaster”
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas pengelolaan usaha. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 36 yang berjumlah 10 orang ini berada di bawah bimbingan Rahadian Amrullah, S.Pd., M.Pd dan Fadli Nuryasin, S.E., M.Ak.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa persediaan memiliki peran strategis dalam operasional usaha karena tidak hanya sebagai stok barang, tetapi juga sebagai aset yang berpengaruh terhadap laporan keuangan. Pengelolaan persediaan yang kurang baik dapat menyebabkan kerugian, ketidakefisienan, hingga kesalahan pencatatan.
Tim pengabdian juga menemukan bahwa proses pemeriksaan persediaan di UMKM roaster tersebut masih belum optimal. Kegiatan seperti stock opname belum dilakukan secara rutin, sehingga berpotensi menimbulkan selisih antara data dan kondisi fisik barang di lapangan.
Sebagai solusi, mahasiswa memberikan beberapa rekomendasi perbaikan, di antaranya pentingnya pencatatan stok secara tertib, baik manual maupun digital, pencatatan yang dilakukan secara real-time, serta pemisahan pencatatan berdasarkan jenis produk. Selain itu, rekonsiliasi fisik secara berkala juga dinilai penting untuk menjaga akurasi data persediaan.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengidentifikasi titik-titik kritis terjadinya kerusakan produk, seperti pada proses curing (pengeringan), stacking (penumpukan), dan handling (pemindahan barang). Dari hasil analisis tersebut, disarankan adanya pengaturan waktu pengeringan yang tepat, pembatasan jumlah tumpukan, serta penggunaan alat bantu saat proses pemindahan agar meminimalisir risiko kerusakan.
Dalam hal penanganan barang rusak, mahasiswa turut memberikan klasifikasi berdasarkan tingkat kerusakan. Barang dengan kondisi baik (grade A) dapat langsung dijual, sedangkan kerusakan ringan (grade B) masih dapat diperbaiki, misalnya dengan proses pendempulan menggunakan campuran semen. Sementara itu, barang dengan kerusakan berat atau reject disarankan untuk dimanfaatkan kembali, seperti dijadikan material pengurukan jalan agar tetap memiliki nilai guna.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan pihak UMKM. Pelaku usaha menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga belum adanya sistem pencatatan yang terstruktur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional serta meminimalisir kerugian akibat barang rusak. Mahasiswa pun berharap hasil pengabdian ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha di daerah.

