
Mahasiswa UNPAM Laksanakan PKM, Berikan Edukasi Audit
Keuangan Sederhana bagi UMKM
Serang, 8 Oktober 2026 — Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kelompok 11 melaksanakan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Desa Kadugenap, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Kegiatan ini mengangkat tema “Edukasi Audit Mandiri Sederhana untuk Cegah Kebocoran Keuangan UMKM.”
Kegiatan PKM ini ditujukan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan usaha. Salah satu pelaku UMKM yang menjadi bagian dari kegiatan ini adalah Bapak Hadi Hidayah, pemilik usaha yang bergerak di bidang pembuatan tas laptop dan berbagai jenis tas lainnya.
Usaha milik Bapak Hadi Hidayah memproduksi berbagai macam tas yang dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Salah satu produk yang dibuat adalah tas laptop, selain itu terdapat pula berbagai jenis tas lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Dalam menjalankan usahanya, pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal penting agar kegiatan produksi dan penjualan dapat berjalan dengan baik.
Melihat pentingnya pengelolaan keuangan bagi keberlangsungan UMKM, mahasiswa Kelompok 11 UNPAM memberikan edukasi mengenai audit mandiri sederhana. Audit mandiri sederhana merupakan kegiatan pemeriksaan terhadap catatan dan transaksi keuangan usaha yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha secara rutin tanpa harus menggunakan proses pemeriksaan yang rumit.
Dalam edukasi tersebut, mahasiswa menjelaskan pentingnya melakukan pencatatan setiap pemasukan dan pengeluaran. Pencatatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu pemilik usaha mengetahui jumlah uang yang masuk dan keluar serta mengetahui kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyimpan bukti transaksi, seperti nota pembelian bahan, catatan penjualan, dan bukti pembayaran lainnya. Bukti transaksi tersebut dapat digunakan untuk mencocokkan antara transaksi yang terjadi dengan catatan keuangan yang dibuat.
Selain itu, mahasiswa Kelompok 11 menjelaskan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Pemisahan tersebut dapat membantu pemilik UMKM mengetahui berapa modal yang digunakan, berapa hasil penjualan, serta berapa keuntungan yang diperoleh dari usaha. Dengan demikian, uang usaha tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi.
Kegiatan juga membahas cara melakukan pengecekan keuangan secara berkala. Pemilik usaha dapat membandingkan catatan pemasukan dengan uang yang diterima dan mencocokkannya dengan catatan pengeluaran. Apabila terdapat perbedaan, pemilik dapat segera mencari penyebabnya sehingga kesalahan pencatatan dapat diketahui lebih awal.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Mahasiswa Kelompok 11 juga melakukan diskusi dan tanya jawab secara langsung dengan Bapak Hadi Hidayah. Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan usaha secara lebih dekat sekaligus memberikan edukasi yang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
Bapak Hadi Hidayah mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana pencatatan dan pemeriksaan keuangan sederhana dapat membantu dalam mengontrol usaha pembuatan tas.
Pengelolaan keuangan yang lebih teratur dapat memudahkan pemilik dalam mengetahui biaya produksi, hasil penjualan, serta kondisi keuangan usaha.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Mahasiswa Kelompok 11 berusaha menyampaikan materi menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan UMKM.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNPAM Kelompok 11 berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi usaha milik Bapak Hadi Hidayah. Pengetahuan mengenai audit mandiri sederhana diharapkan dapat membantu pemilik usaha melakukan pengawasan terhadap keuangan secara lebih rutin dan teratur.
Kegiatan PKM tersebut juga menjadi bentuk penerapan ilmu yang telah diperoleh mahasiswa selama perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan mengenai pengelolaan dan pemeriksaan keuangan secara langsung dalam kondisi usaha yang nyata.
Dengan adanya kegiatan ini, Kelompok 11 UNPAM berharap pelaku UMKM semakin memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya berkaitan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan keuangan usaha tetap terkontrol.
Pada akhirnya, edukasi audit mandiri sederhana diharapkan dapat membantu UMKM dalam menciptakan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan mandiri, sehingga usaha pembuatan tas milik Bapak Hadi Hidayah dapat terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.


